Diamku (Cinta)
Andai ku bisa melukiskan wajah hati dalam kerinduan
Andai ku mengerti dia yang menanti
Andai ku pahami dia adalah seorang gadis yang menjaga
diri
Terlalu berandai hanya menambah beban pilu
Pada akhirnya aku hanyalah manusia biasa yang
dirundung rindu
Andai kau tahu…
Aku diam bukan berarti lupa
Aku diam bukan tak ingin jumpa
Aku diam bukan pula tiada
Aku diam karena menjaga
Aku diam karena kau begitu mulia
Aku diam karena aku cinta
Aku diam karena rindu yang bergelora dalam dada
Aku diam karena tak mampu bicara
Rindu ini begitu dalam untuk ku gali dalam bingkai
kata – kata
Andai kau tahu…
Ingin rasanya ku lepas rindu ini sepuasnya
Ingin sekali cinta ini ku urai bak pelangi di angkasa
Agar kau tahu bahwa aku pun dilanda cinta
Aku diam untuk sementara bukan selamanya
Aku diam karena aku malu padaNya
Aku diam agar mawar itu tetap terjaga kemuliannya
Aku diam bukan karena tak punya asa
Aku diam karena hanya berharap kepadaNya
Karena ku yakin cinta ini akan bersemi di ladang yang
semestinya
ia akan tumbuh indah pada waktunya
Andai kau tahu…
Cinta memang tak punya mata
Namun ia bisa membuat mata dan hati menjadi buta
Ia mampu memabukkan siapapun yang meminumnya
Ketika dituangkan dalam cawan – cawan hati
Tak ada yang mampu menolaknya
Ia begitu menggoda
Meniupkan rindu berkali – kali
Membuatku diam memendam rindu teramat dalam
Oh betapa lemahnya aku jika mengikuti tawarannya
Memainkan cinta tak beralaskan kesucian, berselimutkan
noda
Dan ketika cinta selalu menghampiri hati ini
Padamu aku tak mampu bersuara
Andai kau tahu…
Aku hanyalah seorang laki – laki pendiam
Sedang malu menjadi mahkotamu
Ketika jarak adalah kesucian cinta
Biarlah waktu menyaksikan tingkah kita
Maka diam adalah aku saat ini
Menguatkan azam dalam hati
Agar kuat memetik mawar yang kau jaga selama ini
Menghirup wanginya tiada henti
14 Dzulhijah 1436 H










0 komentar: