Akhirnya Push Up Juga
Alhamdulillah
masih bisa menikmati segarnya pagi hari, saatnya ikhtiar menjemput rezekiNya.
“Gimana
mas, siap ? Tahu jalan ke tempat brifing ?” tanyaku kepada mas yusman. Partner
survey yang akan aku jalani pagi ini. Sebelum survey ada brifing pendahuluan
dari Kominfo (pihak yang mengadakan survey).
“Gampanglah,
sambil jalan kita cari lewat GPS. Hp ku canggih kog.”jawabnya.
“OK.
Siap.” Balasku sambil tancap gas motor.
“masih
lama mas?” tanyaku setelah 30 menit melaju mencari tempat yang dituju.
“200
meter lagi belok kiri. Nah itu tuh ada belokan belok kiri.” Jawab mas yusman
sambil menunjuk belokan jalan di depan.
“ini
kan kearah juanda mas.”
“iya
betul kog. Setelah itu 200 meter lagi belok kanan.”
Langsung
setelah terlihat ada penyeberangan jalan ke kanan aku ambil arah ke kanan.
“puter
balik atau belok kanan lurus itu mas?” tanyaku berhenti sejenak di
penyeberangan jalan.
“belok
kanan itu lurus aja.”jawabnya meyakinkan.
“kog
gapuranya bertuliskan MARINIR mas? Serius?” tanyaku masih mencoba meyakinkan
diri.
“iya
lurus aja.”
Sejurus
kemudian ku tancap gas motorku lurus memasuki lokasi bertuliskan gapura
MARINIR. Ku lihat ada penjaga berdiri di sebuah kiri jalan. Sepertinya penjaga
itu tadi mengatakan sesuatu tapi kurang terdengar oleh ku, Ah abaikan aja
pikirku. Baru beberapa meter terpaksa kami harus berhenti.
“Stop
! stop ! “,terdengar keras suara di kiri jalan seperti tempat posko. Ada 3
orang berpakaian marinir menyuruh kami turun. Mas yusman turun nyamperin tuh
orang, aku tetap duduk di motor.
“Kamu
tidak lihat tulisan papan di depan?” ucap salah satu orang yang berkumis paling
tebal diantara yang lain dengan nada tinggi. Dia komandannya kayaknya
pikirku.
Entah
apa yang dikatakan mas yusman. Dia disuruh lihat papan didekat penjaga yang
berdiri di depan awal kami masuk. Aku pun turun tangan, aku samperi tuh orang
berkumis tebal.
“maaf
pak, kominfo sebelah mana ya?”tanyaku.
“lihat
! Lihat lagi papan di depan sana ! Biarkan motornya disini. “
“emang
apa pak tulisannya?”tanyaku.
“makanya
lihat ke depan sana ! Biarkan motornya disini.” Ucapnya dengan nada tinggi.
“baik
pak.” Ucapku mencoba tersenyum meski jujur dalam hati menyelinap rasa takut.
Bukan takut orangnya. Tapi takut salah.
Aku
berjalan menghampiri mas yusman,” apa tulisannya mas?”
“Harap
turun.” Jawabnya.
Oh
pantesan, ternyata aku memang salah.
tuturku dalam hati.
Kami
menghampiri komandan, “ maaf pak. Kami salah, sekali lagi mohon maaf.”
“kalian
mau kemana?”Tanya seorang marinir yang agak muda.
“kami
sedang mencari lokasi kominfo pak.”jawabku singkat.
“disini
adalah MARINIR. KOMINFO itu apa?” jawabnya.
Eh?
KOMINFO TIDAK TAHU?
Tanyaku dalam hati.
“Maaf
pak. Kami hanya mengikuti petunjuk pada GPS HP. Tidak tahu kalau jadinya slah
alamat.” Sanggahku.
“Ok,
alasan kalian aku terima. Sekarang push up 25 kali !”lanjutnya.
“Heh?”spontan
terucap olehku.
“Heh
..heh. Apa kamu mau aku suruh nyemplung got (masuk selokan)?” sentaknya.
“siap
pak.”jawabku kemudian tanpa kompromi lagi.
“sambil
berhitung !” tambah si marinir konyol itu.
“satu..dua..tiga…
lima belas”
“cukup
! kemari !” ucap si marinir.
“ini
sebagai pelajaran untuk kalian. Ini bukan perumahan bisa bebas masuk seenaknya.
Ini masih di marinir. Coba kalian masuk kayak gini di angkatan darat. Jauh
lebih berat lagi. Sekarang minta maaf sama komandan saya” lanjut marinir muda.
“maaf
pak” ucapku sambil berjabat tangan kepada semua marinir yang ada di posko
tersebut. Begitu juga dengan mas yusman yang sedari tadi terdiam mencoba
mencari makna maksud kejadian ini semua.
“mari
pak , assalamualaykum.” Ucapku sambil menuntun motor keluar gerbang.
“Akhirnya
olahraga juga mas.” Ucapku lirih kepada mas yusman.
“ternyata
pengaderan di kampus taka da apa-apanya dibanding ini.”jawab mas yusman.
“oh
ya mas, emang tadi sampean bilang apa ke marinir?”
“tadi
aku bilang,’saya kira ini perumahan pak’.” Kata mas yusman.
Hahaha
konyol mas yusman ini.
Pelajaran
pagi, kejadian ini artinya Allah menegur ku yang akhir-akhir ini jarang
olahraga.
“mas,
aneh banget. Padahal biasanya saya push up paling kuat cuman 10 kali, ini
sampai 15 kali.” Ucapku sambil mengendarai motor.
“sama.
Kepepet jadi semangat. Mekso. “
Hahahahaha
akhirnya push up juga.
Alhamdulillah...














