Teruntuk Calon Istriku
"Surat tak bersuara, namun memiliki rasa"
Teruntuk calon
istriku, yang selalu ku rindu.
Telah ku siapkan
sebuah ruang indah dan megah dalam hatiku sebagai tempat tinggal cintamu. Masih
tertutup rapat ruang itu dan tak ada yang mampu membukanya karena kamu yang
memegang kunci pintu hatiku.
Telah ku bangun
pula sebuah bahtera cinta untuk mengarungi kehidupan rumah tangga bersamamu.
Karena kamulah penguat imanku ketika badai ujian dan gelombang menghantam silih
berganti.
Telah ku rangkai
canda- canda kecil agar aku selalu bisa menatap senyum indah dari ronamu.
Memang aku tak pandai melawak pun tak pandai berucap kata, namun aku pastikan
akulah nanti yang pertama membuatmu tersenyum bahagia.
Dan ku siapkan
pula diri ini untuk menjadi pendengar yang baik, yang setia mendengar celotehmu
saat mengadu segala urusan dan kebutuhan serta keluh kesah yang menyiksa
batinmu. Karena aku ingin kamu bahagia bersamaku menghabiskan sisa hidup di
dunia. Dan ingin ku bangun cinta bersamamu sampai di surga nanti.
Di kala rindu
seperti saat ini yang bisa ku lakukan hanyalah menyelipkan namamu dalam setiap
do’a. Dan aku yakin kamupun melakukan hal yang sama. Ya, do’a adalah media
komunikasi bait – bait rindu untuk ku saat ini. Karena Allah Maha Mengetahui
dalamnya hati dan kelak cinta ini bermuara.
Salam rindu tiada tara,










0 komentar: