Teruntuk Calon Istriku

1:31:00 PM Brian zenict 0 Comments

"Surat tak bersuara, namun memiliki rasa"

Teruntuk calon istriku, yang selalu ku rindu. 

Telah ku siapkan sebuah ruang indah dan megah dalam hatiku sebagai tempat tinggal cintamu. Masih tertutup rapat ruang itu dan tak ada yang mampu membukanya karena kamu yang memegang kunci pintu hatiku.

Telah ku bangun pula sebuah bahtera cinta untuk mengarungi kehidupan rumah tangga bersamamu. Karena kamulah penguat imanku ketika badai ujian dan gelombang menghantam silih berganti.

Telah ku rangkai canda- canda kecil agar aku selalu bisa menatap senyum indah dari ronamu. Memang aku tak pandai melawak pun tak pandai berucap kata, namun aku pastikan akulah nanti yang pertama membuatmu tersenyum bahagia.

Dan ku siapkan pula diri ini untuk menjadi pendengar yang baik, yang setia mendengar celotehmu saat mengadu segala urusan dan kebutuhan serta keluh kesah yang menyiksa batinmu. Karena aku ingin kamu bahagia bersamaku menghabiskan sisa hidup di dunia. Dan ingin ku bangun cinta bersamamu sampai di surga nanti.

Di kala rindu seperti saat ini yang bisa ku lakukan hanyalah menyelipkan namamu dalam setiap do’a. Dan aku yakin kamupun melakukan hal yang sama. Ya, do’a adalah media komunikasi bait – bait rindu untuk ku saat ini. Karena Allah Maha Mengetahui dalamnya hati dan kelak cinta ini bermuara.


            Salam rindu tiada tara,


0 komentar: