Seperti Biasa

9:45:00 PM Brian zenict 0 Comments



Ah, sudah saatnya ganti kalender ya... -sejak kapan aku beli kalender. Masih terpahat dengan rapi di di dinding kamar-kalender tahun 2014. Hari-hari yang aku lalui biasa-biasa saja, mungkin ada sih sedikit sentilan - sentilan tangan Tuhan yang pula ikut memeriahkan dan memberi warna pada ku dalam menjalani kehidupan.Selebihnya, biasa saja. Nothing special, bahasa kerennya -padahal ndak keren-keren banget biasa saja.

Malam ini pula begitu biasa, makan malam, menulis, tambal ban, lihat tv, tidur. Dan memang tidak ada yang perlu diistimewakan untuk malam ini pun besok atau lusa. Semua hari sama baiknya hanya kita sendiri yang kadang ber-mindset buruk. Meski begitu, inilah yang ku jalani, biasa - biasa saja seperti biasanya.

Hari ini ada dua hal yang tak biasa, ku rasa. Entah, timbul perasaan lega dan bahagia tak seperti biasanya. Pertama, ketika ku melihat bayangmu di lorong - lorong hatiku. Meski sekilas aku lega, ternyata engkau masih sehat dan makin subur saja. Hanya bayangan, dan tak mungkin bisa ku menjangkaunya saat ini apalagi sekedar mengucapkan salam. Karena cahayaNya begitu menyilaukan mata seketika membuyarkan segala bayang yang ada. Aku tak kuasa, namun aku bahagia hanya sekedar melihat bayangmu hari ini. Entah, aku pikir ini hal yang tak biasa -menurutku.

Kedua, aku merasakan kebahagian tiada duannya karena berhasil melewati badai uji yang selama ini terus menerus menghantui. Bukan hanya karena ku mampu menerjangnya -ujian, namun ku semakin mengingatMu karenanya. Semakin yakin bahwa kekuasaan sesungguhnya benar-benar berada digenggamanMu. Dan segala kebaikan hanya berasal dariMu. Aku semakin yakin bahwa dunia ini hanyalah bayangan, sedangkan Engkau Tuhan adalah cahaya. Bukankah terlalu tolol bila aku mengejar bayangan yang tak mungkin terjangkau, padahal aku bisa mendapatkan keduanya -bayangan dan cahaya- bila ku mengejar cahayaMu.

Dua hal yang tak biasa hari ini, selebihnya biasa-biasa saja, malam ini maupun esok. Tak ingin aku melebih - lebihkan pun menguranginya. Untuk mendapatkan kebahagian tak harus menjadi orang lain dan mengerjakan kebodohan - kebodohan orang lain, bukan (?). Cukup jadi dirimu sendiri, seorang muslim. Amalkan Al Qur'an dan sunnah nabi, insyaaAllah kebahagian tak cukup kau dapatkan di wadah dunia fana, namun akhirat nanti.

Aku pun seperti biasa selama ini, berdiam diri di tengah hingar bingar dan gemerlap dunia yang begitu memabukkan. Aku takut beranjak pergi, dan tak dapat kembali. Aku takut terlalu banyak meneguk anggur dunia, hingga ku dimabuk olehnya dan lupa segala - galanya. Ah, seperti biasa, bukankah orang yang mabuk pasti akan buta dengan sekelilingnya. Apalagi yang di mabuk asmara. hahaha...

Seperti biasa, aku menulis ini untuk menyambung nyawa. Karena orang sepertiku -yang biasa - biasa saja- akan mudah dilupa oleh mereka yang tak mengenalku. Lho, ya pastilah, hahaha. Jika bingung direnungkan aja sejenak sambil melepas beban di pundak. Semoga tidak malah menambah beban ya... hhh

Ah, saatnya ganti kalender
Ganti cita-cita juga ndak ya (?)

"Asal engkau tak menggantikan keberadaanku di hatimu "
hehehe



ditulis 20 Rabi Al-awwal 1437
           31 januari 2015

oleh orang biasa.


0 komentar: