Seperti Biasa
Ah, sudah saatnya ganti kalender ya... -sejak kapan aku beli
kalender. Masih terpahat dengan rapi di di dinding kamar-kalender tahun 2014.
Hari-hari yang aku lalui biasa-biasa saja, mungkin ada sih sedikit sentilan -
sentilan tangan Tuhan yang pula ikut memeriahkan dan memberi warna pada ku
dalam menjalani kehidupan.Selebihnya, biasa saja. Nothing special, bahasa
kerennya -padahal ndak keren-keren banget biasa saja.
Malam ini pula begitu biasa, makan malam, menulis, tambal ban,
lihat tv, tidur. Dan memang tidak ada yang perlu diistimewakan untuk malam ini
pun besok atau lusa. Semua hari sama baiknya hanya kita sendiri yang kadang
ber-mindset buruk. Meski
begitu, inilah yang ku jalani, biasa - biasa saja seperti biasanya.
Hari ini ada dua hal yang tak biasa, ku rasa. Entah, timbul
perasaan lega dan bahagia tak seperti biasanya. Pertama, ketika ku melihat
bayangmu di lorong - lorong hatiku. Meski sekilas aku lega, ternyata engkau
masih sehat dan makin subur saja. Hanya bayangan, dan tak mungkin bisa ku menjangkaunya
saat ini apalagi sekedar mengucapkan salam. Karena cahayaNya begitu menyilaukan
mata seketika membuyarkan segala bayang yang ada. Aku tak kuasa, namun aku
bahagia hanya sekedar melihat bayangmu hari ini. Entah, aku pikir ini hal yang
tak biasa -menurutku.
Kedua, aku merasakan kebahagian tiada duannya karena berhasil
melewati badai uji yang selama ini terus menerus menghantui. Bukan hanya karena
ku mampu menerjangnya -ujian, namun ku semakin mengingatMu karenanya. Semakin
yakin bahwa kekuasaan sesungguhnya benar-benar berada digenggamanMu. Dan segala
kebaikan hanya berasal dariMu. Aku semakin yakin bahwa dunia ini hanyalah
bayangan, sedangkan Engkau Tuhan adalah cahaya. Bukankah terlalu tolol bila aku
mengejar bayangan yang tak mungkin terjangkau, padahal aku bisa mendapatkan
keduanya -bayangan dan cahaya- bila ku mengejar cahayaMu.
Dua hal yang tak biasa hari ini, selebihnya biasa-biasa saja,
malam ini maupun esok. Tak ingin aku melebih - lebihkan pun menguranginya.
Untuk mendapatkan kebahagian tak harus menjadi orang lain dan mengerjakan
kebodohan - kebodohan orang lain, bukan (?). Cukup jadi dirimu sendiri, seorang muslim.
Amalkan Al Qur'an dan sunnah nabi, insyaaAllah kebahagian tak cukup kau
dapatkan di wadah dunia fana, namun akhirat nanti.
Aku pun seperti biasa selama ini, berdiam diri di tengah hingar
bingar dan gemerlap dunia yang begitu memabukkan. Aku takut beranjak pergi, dan
tak dapat kembali. Aku takut terlalu banyak meneguk anggur dunia, hingga ku
dimabuk olehnya dan lupa segala - galanya. Ah, seperti biasa, bukankah orang
yang mabuk pasti akan buta dengan sekelilingnya. Apalagi yang di mabuk asmara.
hahaha...
Seperti biasa, aku menulis ini untuk menyambung nyawa. Karena
orang sepertiku -yang biasa - biasa saja- akan mudah dilupa oleh mereka yang
tak mengenalku. Lho, ya pastilah, hahaha. Jika bingung direnungkan aja sejenak
sambil melepas beban di pundak. Semoga tidak malah menambah beban ya... hhh
Ah, saatnya ganti kalender
Ganti cita-cita juga ndak ya (?)
"Asal engkau tak menggantikan keberadaanku di hatimu "
hehehe
ditulis 20
Rabi Al-awwal 1437
31 januari 2015
oleh orang
biasa.










0 komentar: