Lelaki Pendiam
Saat ku terdiam
Aku disibukkan dengan hati yang terus berdebar
Mulut ini mendadak gagu
Lidah ini menjadi kelu
Ada setumpuk kata yang tertahan disana
Aku jadi lupa cara bicara
Dan tubuh ini jadi kaku karnanya
Aku terdiam dan slalu begitu
Ketika aku dan kamu bertemu
Atau tidak sengaja bertemu
Ketika ku terdiam
Sungguh disitu ada rasa yang terpendam
Entah apa namanya
Terlalu mudah bila ku sebut cinta
Bahkan ku tak begitu mengenalnya
Namun rasa ini begitu nyata
Bila ku terdiam
Sesungguhnya hati ini bertanya
Adakah rasa yang sama di hatimu
untuk ku...?
Ku seperti lelaki pecundang
Sekeras apapun ku berteriak
Hanya di kedalaman hati ku lakukan
Hanya sikap dingin dariku yang pasti kau dapati
Sesungguhnya aku sangat pandai membungkam hati
Aku dan kamu
dua orang yang suka diam
Entah kapan engkau beranjak bicara
Katakanlah sesuatu padaku
Adakah disana tersimpan seikat rindu
untuk ku...?
Sungguh aku rindu
Sebatas pena aku mengadu
Karna dekat mu aku gagu
Dan diam ini semakin syahdu
Diam-diam aku mengucap nama mu
Dalam do'a dan sujud ku
Aku dan kamu
dua orang yang terdiam
Entah ada rasa yang sama
Atau hanya aku yang memilikinya
Aku menjadi lelaki pengecut tak berdaya
Sedang engkau, entahlah...
Ku rasa wanita tercipta untuk susah dimengerti
Atau mungkin aku lelaki yang tak peka
Dan saat itu
Aku menjadi lelaki pendiam
Saat kali pertama jumpa dengan mu
ditulis
11 januari 2016
Kala hujan gerimis










0 komentar: