Celoteh Hati
Aku
bergeser beberapa senti
dari persinggahan hati malam ini
Kopi semakin dingin tersaji
terhanyut arus sang waktu
menunggu, suaramu
dari persinggahan hati malam ini
Kopi semakin dingin tersaji
terhanyut arus sang waktu
menunggu, suaramu
Seakan
hening bermuka masam
Bosan menatap kita saling diam
Aku diam menunggu
Kamu pun begitu
Tak ada yang mau mengalah untuk memulai bicara
Kita berdua seakan berlomba
menenggelamkan diri dalam diam lama-lama
Bosan menatap kita saling diam
Aku diam menunggu
Kamu pun begitu
Tak ada yang mau mengalah untuk memulai bicara
Kita berdua seakan berlomba
menenggelamkan diri dalam diam lama-lama
Aku
menjadi jengah akhirnya
Posisiku disini sebagai laki-laki
yang harus memulai dulu, biasanya
Ku ambil secangkir kopi itu
yang tlah lama menungguku
Posisiku disini sebagai laki-laki
yang harus memulai dulu, biasanya
Ku ambil secangkir kopi itu
yang tlah lama menungguku
Aku
ingin menyerah, dan bicara
Tak
bisa…
Aku kembali diam, bisu
Aku kembali diam, bisu
Lagi-lagi
aku kehilangan kata untuk mencipta suara
Lidah
ini kelu, Aku gagu
Sepi
tak pernah jenuh menunggu
Namun
malam semakin bosan dengan tingkah kita
Entah
sampai kapan bertahan
Cerita
tentang diam
Dua
orang yang saling menunggu
Tiada
bosan
Ketika
mata mulai terpejam
Masihkah
kamu disitu?
Menunggu…
ditulis 17 Maret 2016
malam dan sepi berkonspirasi










0 komentar: