Gerhana dan Cerita Kita
Ada tiba
sebuah masa bahwa jarak dan waktu atas seizinNya berkonspirasi untuk mencipta
temu, setelah sekian lama terpisah dalam ruang hampa dan gelap bernama rindu. Adalah
aku dan kamu yang selalu sibuk dengan urusan masing-masing, soal hati yang lama
tak jumpa dan seakan menjadi asing. Ketika tabir tersingkap dan menjelma sebuah
pertemuan yang singkat, meski hanya 3 menit waktu sua, apa yang bisa kita
lakukan untuk menggores cerita? Ku yakin tak ada, 3 menit itu hanya akan
melukiskan sebuah makna dari dua orang lugu yang terbelenggu oleh rasa, saling
pandang, terdiam, tak ada suara. Karena aku masih belum siap dan entah sampai
kapan aku lancar berbicara saat pertemuan itu tiba. Tidak lagi gagu. Tidak lagi
bisu. Dan kamu, kenapa harus sama denganku? Masihkah ada kesempatan antara
jarak dan waktu kembali berkonspirasi mencipta temu? Berapa lama lagi aku dan
kamu menunggu di ruang rindu, setelah semua ini berlalu.
Setelah semua
ini berlalu.
Ketika pagi dan
malam menjadi satu, bertemu.
Apakah rasa
ini yang kumiliki dan mungkin juga milikmu, berakhir sesingkat itu?
Sesingkat gerhana
matahari dan harus menunggu ratusan tahun lagi.
Apakah aku
mampu. Kembali, terbenam di ruang rindu. Pagi dan malam tak lagi bertemu. Karena
disana terbentang tabir senja yang membentang menjadi jarak diantara kita.
Apadaya ku
punya. Ku rasa senja begitu indah bukan, karenanya kemulian cinta terjaga. Mungkin
pada akhirnya aku hanya mampu memandangmu di perbatasan senja. Membisikkan kata
cinta melalui angin yang berkelana. Menikmati rindu ini sesekali, saat ini.
sampai tiba waktunya. Waktu untuk kita bersatu, atau memang sekedar cerita masa
lalu. Apakah gerhana akan kembali sepanjang usia ini, atau ku berakhir sebelum
itu kembali terjadi. Lagi-lagi aku tak punya kuasa menuliskan akhir dari cerita
ini.
Yang pasti,
gerhana memiliki cerita.
Kenapa kita
harus bertemu, saat ini.
Sesingkat ini.
Dan mungkin aku harus menjemputmu ke bumi
Bisik sang mentari.
Dan mungkin aku harus menjemputmu ke bumi
Bisik sang mentari.
terinspirasi olehnya
kuputuskan untuk menuliskannya
ba'da subuh
10 Maret 2016










0 komentar: