Gerhana dan Cerita Kita

6:24:00 AM Brian zenict 0 Comments



Ada tiba sebuah masa bahwa jarak dan waktu atas seizinNya berkonspirasi untuk mencipta temu, setelah sekian lama terpisah dalam ruang hampa dan gelap bernama rindu. Adalah aku dan kamu yang selalu sibuk dengan urusan masing-masing, soal hati yang lama tak jumpa dan seakan menjadi asing. Ketika tabir tersingkap dan menjelma sebuah pertemuan yang singkat, meski hanya 3 menit waktu sua, apa yang bisa kita lakukan untuk menggores cerita? Ku yakin tak ada, 3 menit itu hanya akan melukiskan sebuah makna dari dua orang lugu yang terbelenggu oleh rasa, saling pandang, terdiam, tak ada suara. Karena aku masih belum siap dan entah sampai kapan aku lancar berbicara saat pertemuan itu tiba. Tidak lagi gagu. Tidak lagi bisu. Dan kamu, kenapa harus sama denganku? Masihkah ada kesempatan antara jarak dan waktu kembali berkonspirasi mencipta temu? Berapa lama lagi aku dan kamu menunggu di ruang rindu, setelah semua ini berlalu.

Setelah semua ini berlalu.
Ketika pagi dan malam menjadi satu, bertemu.
Apakah rasa ini yang kumiliki dan mungkin juga milikmu, berakhir sesingkat itu?
Sesingkat gerhana matahari dan harus menunggu ratusan tahun lagi.
Apakah aku mampu. Kembali, terbenam di ruang rindu. Pagi dan malam tak lagi bertemu. Karena disana terbentang tabir senja yang membentang menjadi jarak diantara kita.

Apadaya ku punya. Ku rasa senja begitu indah bukan, karenanya kemulian cinta terjaga. Mungkin pada akhirnya aku hanya mampu memandangmu di perbatasan senja. Membisikkan kata cinta melalui angin yang berkelana. Menikmati rindu ini sesekali, saat ini. sampai tiba waktunya. Waktu untuk kita bersatu, atau memang sekedar cerita masa lalu. Apakah gerhana akan kembali sepanjang usia ini, atau ku berakhir sebelum itu kembali terjadi. Lagi-lagi aku tak punya kuasa menuliskan akhir dari cerita ini.

Yang pasti, gerhana memiliki cerita.
Kenapa kita harus bertemu, saat ini.
Sesingkat ini.

Dan mungkin aku harus menjemputmu ke bumi
Bisik sang mentari.


terinspirasi olehnya
kuputuskan untuk menuliskannya
 ba'da subuh
10 Maret 2016

0 komentar: