Ramadhan #2

10:30:00 PM Brian zenict 2 Comments



5 hidayah dari Allah untuk makluknya :

1. Hidayah Naluri

Ini adalah hidayah yang dimiliki oleh semua makluk. Air memiliki naluri, mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, hewan memiliki naluri untuk mencari makan, tumbuhan memiliki naluri jika matahari tebenam maka daun tumbuhan mengatup, manusia memiliki naluri merasakan kantuk dan ini merupakan nikmat yang luar biasa. Bayangkan jika manusia hanya bisa tidur dan terjaga tanpa rasa kantuk. Naik motor tiba-tiba langsung tidur. Semua makluk mendapatkan hidayah dari Allah berupa naluri. Naluri ini level yang paling dasar.

2. Hidayah panca indra

Panca indra ini level ke dua dan yang diberikan hidayah ini adalah hewan dan manusia. Allah memberikan mata untuk melihat, telinga untuk mendengar dsb.

3. Hidayah akal

Tidak semua makluk diberi hidayah akal oleh Allah SWT. Hanya manusia yang diberi akal oleh Allah SWT. Manusia memiliki naluri, panca indra dan juga akal. Level 3 setelah naluri dan panca indra.

4. Hidayah agama

Dan tidak semua manusia diberi hidayah agama oleh Allah SWT. Mereka yang benar-benar beriman yang mendapatkan hidayah dari Allah. Ditunjukkan jalan kebenaran berupa agama islam.

5. Hidayah pertolongan Allah

Dan tidak semua orang yang beragama mendapatkan hidayah berupa pertolongan dari Allah SWT. Buktinya tak sedikit dari orang yang berstatus agamanya islam namun tidak menjalankan sholat, tidak sholat jum'at, sering maksiat. Mereka tidak diberi hidayah oleh Allah yaitu berupa pertolongan. Allah lah yang menggerakkan hati manusia.

Edisi sholat jum'at di Masjid Manarul Ilmi 
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Ramadhan hari ke-2

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS.Al-Qashash:56)

 Allah Ta’ala yang maha sempurna rahmat dan kebaikannya, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk selalu berdoa memohon hidayah taufik kepada-Nya, yaitu dalam surah Al Fatihah:

{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ}
“Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus”.

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata: “Doa (dalam ayat ini) termasuk doa yang paling menyeluruh dan bermanfaat bagi manusia, oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk berdoa kepada-Nya dengan doa ini di setiap rakaat dalam shalatnya, karena kebutuhannya yang sangat besar terhadap hal tersebut” [Kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 39) ]

Dalam banyak hadits yang shahih, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita doa memohon hidayah kepada Allah Ta’ala. Misalnya doa yang dibaca dalam qunut shalat witir:

 اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْت
“Ya Allah, berikanlah hidayah kepadaku di dalam golongan orang-orang yang Engkau berikan hidayah” 
[HR Abu Dawud (no. 1425), at-Tirmidzi (no. 464) dan an-Nasa-i (3/248), dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani ]

Juga doa beliau Shallallahu’alaihi Wasallam:

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى، وَالْعِفَّةَ وَالْغِنَى 
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, penjagaan diri (dari segala keburukan) dan kekayaan hati (selalu merasa cukup dengan pemberian-Mu)”.
 [ HSR Muslim (no. 2721) ]

Sebaliknya, keengganan atau ketidaksungguhan untuk berdoa kepada Allah Ta’ala memohon hidayah-Nya merupakan sebab besar yang menjadikan seorang manusia terhalangi dari hidayah-Nya.

Oleh karena itu, Allah Ta’ala sangat murka terhadap orang yang enggan berdoa dan memohon kepada-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Sesungguhnya barangsiapa yang enggan untuk memohon kepada Allah maka Dia akan murka kepadanya”. [ HR at-Tirmidzi (no. 3373) dan al-Hakim (1/667), dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani ]

wallahualam bissowab...

2 komentar: