Ramadhan #3
Jangan banyak Menuntut, Lakukan Kewajiban mu.
Aku ingin kau bahagia atas diriku
Suka menuntut itu, membuat mengganjal di hati orang yang dituntut. Disaat ada dendam dan amarah maka dia akan membalas dengan menuntut. Akan tetapi lakukanlah kewajibanmu, selesai. Seperti yang diingatkan oleh sayyidina Ali bin Abi Thalib,"jadilah engkau wahai istri, budak suamimu, dan jadilah engkau wahai suami, budak istri mu. Artinya, jadilah dirimu yang mengabdi pada pasangan mu, jangan jadikan pasangan mu yang menjadi abdi mu.
Saling menuntut itu tidak ada pahalanya tapi sabar ada pahalanya.
Lebih indah saling memperjuangkan untuk membahagiakan pasangan daripada saling menuntut untuk memenuhi keinginan.
Hal ini dikisahkan dalam kehidupan suami istri yang mulia sepanjang masa.
Beliau adalah teladan terbaik, meski berabad - abad lamanya,
Kisah Siti Khadijah.
Suatu ketika wanita arab berkata kepada siti khadijah yang saat itu menjadi istri nabi muhammad.
"wahai khadijah betapa senangnya engkau menikah dengan muhammad."
dijawab siti khadijah,"wahai saudari-saudariku selama aku menikah dengan muhammad sampai hari ini, aku tidak pernah berpikir bahwa bagaimana aku bersenang - senang dengan muhammad. Tapi yang aku pikir adalah bagaimana muhammad senang dengan aku."
Kisah Rasulullah dan Siti Aisyah.
Suatu ketika beliau di suatu peperangan, punggung beliau terluka kena panah atau tombak. Sehingga beliau merasakan betapa sakit luka itu sambil mengendarai kudanya.
Tapi disaat nabi muhammad turun di halaman rumah siti aisyah ra.
Rasulullah seakan - kan tidak merasakan sakit, tidak ditampakkan rasa sakit di depan siti aisyah.
Beliau mengucapkan salam penuh wibawa, tegar tidak menggambarkan rasa sakit disitu. Dijawab salam oleh siti aisyah, karena istri yang soleha, Rasulullah langsung dirangkul dan dibawa ke kamar.
Tiba - tiba siti aisyah menjerit," ya Rasulullah ada darah di punggung mu."
"Ah masak iya aisyah?" jawab Rasulullah pura-pura tidak tahu.
Bukan bohong tapi karena menghibur aisyah agar tidak pengen aisyah melihat Rasulullah sakit.
"Iya Rasulullah, itu ada luka dipunggungmu."
"Aisyah itu memang sakit, tapi sekarang melihat kamu saya tidak merasa sakit." jawab Rasulullah dengan tersenyum.
Sebagai seorang istri berkewajiban memberikan senyum disaat suami datang ke rumah, dan sebagai suami jangan datang ke rumah dengan keluh kesah yang ada di luar, Meski badai halilintar membuat lelah engkau wahai suami selama di luar rumah, masuklah rumah dengan tegar dan lepaslah semua beban karena sang istri telah menunggu berjam-jam menantikan suaminya untuk melihat sebuah senyuman.
Betapa indahnya, saling memperjuangkan pasangannya.
Tidak saling menuntut, melakukan sesuai kewajibannya.
-Buya Yahya-










0 komentar: