Ya, aku paham

3:00:00 PM Brian zenict 2 Comments





Sebuah kisah
Produce : 18 juni 2015
Author : brianzenict
Genres : Romance and fantasy
Episode : 1

Di pagi hari yang sejuk dan masih segar akan sentuhan alam. Jam dinding menunjukkan pukul 2.30. Sangat pagi memang, namun jalanan sudah ramai bertalu - talu suara kentongan diikuti riuh "saahur... sahur..." entah siapa gerangan. Sepertinya anak-anak muda desa yang keliling membangunkan warga untuk makan sahur. Ya, hari ini adalah momen terindah setiap tahun yang penuh berkah, ampunan dan limpahan pahala. Bulan ramadhan, bulan mulia.

Dibalik rumah yang sederhana berlantai dua, dengan dinding berwarna putih dilengkapi dengan bunga-bunga di pekarangannya. Pagar yang kokoh hitam legam dan gazebo yang menawan elegan ikut menghiasi rumah itu. Terlihat seorang istri muda, baru menikah kayaknya, sedang membangunkan suaminya. Sang suami tersebut pun bangun dan indah sekali rasanya melihat senyum sang istri yang menawan saat pertama mata terbuka. Mereka kemudian ambil wudlu dan sholat tahajud dan berdo'a bersama.

"Abi, ayo sahur... udah umi siapkan nasi goreng dan telur dadar di ruang makan."
kata sang istri seusai mencium tangan suaminya setelah sholat bersama.

Suami itu hanya tersenyum dan mengikuti langkah istrinya ke ruang makan.

Nasi goreng sudah tersedia dua piring ditambah telur dadar, dua gelas teh hangat,  serta 4 potong buah melon.

"Umi buatkan nasi goreng tanpa saos, karena abi ndak suka saos kan."

"iya, kayaknya enak ini. Berdo'a dulu sebelum makan." jawab si suami.

Si suami mencicipi nasi gorengnya, dan terlihat guratan aneh di mukanya.

Sang istri menangkap ekspresi itu dan bertanya," ada apa bi ? "

" Oh, nasi gorengnya enak sekali." jawab si suami sambil tersenyum.

Sang istri tersebut mencoba nasi goreng buatannya.
Benar memang, agak asin rasanya. Pantas... gumamnya dalam hati.
Dia faham sikap suaminya dan niat tulus dari senyum suaminya.

"Bi, kayaknya ayam di pekarangan kita butuh makan buat sahur juga deh. Kasihan ntar siang mereka kelaparan. Sini nasi gorengnya umi kasihkan dulu buat ayam ya, ntar umi buatkan lagi." sambil mengambil piring suaminya.

Sang suami tersenyum, dia memahami maksud dari istrinya tanpa mengeluarkan kata-kata. Dan ia bahagia akhirnya tidak sampai menghabiskan nasi goreng yang asin. hehehe
Sang istri keluar membawa bungkusan nasi goreng untuk makan ayam peliharaannya. Si suami menikmati santapan buah melon.

Istrinya kembali ke dapur memasak nasi goreng.

"Umi, saya temani masak ya. Saya jago masak juga lho." kata suaminya yang tiba-tiba langsung disamping istrinya , bawa pisau dan bawang merah siap untuk ditiris.

Senyum sang istri memandang suaminya, dan sang suami pun juga tersenyum bahagia memiliki istri yang cantik fisik dan budi.

cerita ini hanya fiktif belaka
catatan sang perindu surga
-brianzenict-

2 komentar: