Cinta Secara Sederhana
Aku
ingin mencintaimu secara sederhana. Bukan dengan memaksa namun memberi.
Mengerti kebutuhanmu, memberi segala yang kamu perlu. Bukan memaksamu untuk
mengerti namun memaksa diriku sendiri untuk bisa memahami.
Belajar
dari prinsip pertanian. Sebelum mendapatkan hasil panen, terlebih dahulu
menanam. Setelah menanam apakah bisa langsung dipanen? Ada jeda waktu dan hal –
hal yang perlu dilakukan setelah menanam. Proses yang dilakukan petani adalah
terus memberi segala kebutuhan tanaman. Memberi pupuk, menyiram, merawat dan
menjaga tanaman dari hama. Butuh proses yang cukup lama, perjuangan yang besar,
dan kesabaran yang tinggi.
Sederhana,
hanya memberi. Memberi dengan setulus hati. Memberi tak hanya materi, memberi
sesuai dengan bahasa kasih yang kamu miliki. Ada lima bahasa kasih pada setiap
orang sejauh yang aku pahami.
Aku
akan jadi yang pertama memberikan setangkai kata – kata indah untuk
mengharumkan dan menguatkan hatimu. Tangan ini akan selalu hadir untuk
menggandengmu melangkah ke jannahNya dan memberikan pelukan hangat disaat kamu butuh tempat untuk berteduh dari segala keletihan mengurus rumah tangga. Akan aku siapkan diri ini untuk
menemanimu belanja berbagai kebutuhan rumah kita, dan akan ku siapkan sarapan
saat kamu sedang sibuk mengurus buah hati kita. Jika kamu suka dengan hadiah,
sesering mungkin akan aku berikan berbagai kejutan hadiah untuk menghangatkan
cintamu padaku. Sebisa mungkin akan aku buatkan momen – momen indah bersamamu,
makan malam bersama, menikmati senja di tepian pantai, nonton berdua, dan tak
akan aku lupa saat – saat itu. Semua itu adalah bahasa kasih yang ingin coba
aku pahami darimu.
Sederhana,
ya. Pada akhirnya tak sesederhana menjalankannya. Butuh perjuangan dan
kesabaran. Dan aku akan berjuang untuk bertahan, istiqomah melangkah meski tak
mudah. Setiap orang pasti ingin dimengerti, begitu pun dengan aku. Cukup bagiku
untuk memberi, melihatmu bahagia. Aku yakin kelak ketika waktunya tiba aku akan
menikmati hasil panen dari cinta yang aku tanam di hatimu. Aku yakin pada
Allah, aku percaya.
Aku
hanya ingin mencintaimu secara sederhana.
Aku
ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan
kata yang tak sempat di ucapkan
Kayu
kepada api yang menjadikannya abu
Aku
ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan
isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan
kepada hujan yang menjadaikannya tiada.
(
Sapardi DJoko Damono, 1989,Aku ingin )










0 komentar: