Cinta Secara Sederhana

10:07:00 AM Brian zenict 0 Comments


Aku ingin mencintaimu secara sederhana. Bukan dengan memaksa namun memberi. Mengerti kebutuhanmu, memberi segala yang kamu perlu. Bukan memaksamu untuk mengerti namun memaksa diriku sendiri untuk bisa memahami.

Belajar dari prinsip pertanian. Sebelum mendapatkan hasil panen, terlebih dahulu menanam. Setelah menanam apakah bisa langsung dipanen? Ada jeda waktu dan hal – hal yang perlu dilakukan setelah menanam. Proses yang dilakukan petani adalah terus memberi segala kebutuhan tanaman. Memberi pupuk, menyiram, merawat dan menjaga tanaman dari hama. Butuh proses yang cukup lama, perjuangan yang besar, dan kesabaran yang tinggi.

Sederhana, hanya memberi. Memberi dengan setulus hati. Memberi tak hanya materi, memberi sesuai dengan bahasa kasih yang kamu miliki. Ada lima bahasa kasih pada setiap orang sejauh yang aku pahami.

Aku akan jadi yang pertama memberikan setangkai kata – kata indah untuk mengharumkan dan menguatkan hatimu. Tangan ini akan selalu hadir untuk menggandengmu melangkah ke jannahNya dan memberikan pelukan hangat disaat kamu butuh tempat untuk berteduh dari segala keletihan mengurus rumah tangga. Akan aku siapkan diri ini untuk menemanimu belanja berbagai kebutuhan rumah kita, dan akan ku siapkan sarapan saat kamu sedang sibuk mengurus buah hati kita. Jika kamu suka dengan hadiah, sesering mungkin akan aku berikan berbagai kejutan hadiah untuk menghangatkan cintamu padaku. Sebisa mungkin akan aku buatkan momen – momen indah bersamamu, makan malam bersama, menikmati senja di tepian pantai, nonton berdua, dan tak akan aku lupa saat – saat itu. Semua itu adalah bahasa kasih yang ingin coba aku pahami darimu.

Sederhana, ya. Pada akhirnya tak sesederhana menjalankannya. Butuh perjuangan dan kesabaran. Dan aku akan berjuang untuk bertahan, istiqomah melangkah meski tak mudah. Setiap orang pasti ingin dimengerti, begitu pun dengan aku. Cukup bagiku untuk memberi, melihatmu bahagia. Aku yakin kelak ketika waktunya tiba aku akan menikmati hasil panen dari cinta yang aku tanam di hatimu. Aku yakin pada Allah, aku percaya.


Aku hanya ingin mencintaimu secara sederhana.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat di ucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadaikannya tiada.

( Sapardi DJoko Damono, 1989,Aku ingin )


0 komentar: