Santai aja ! Rezeki Udah Dijatah Allah
“Allah yang menciptakan kamu
kemudian Allah-lah yang memberi rezeki kepadamu.”
(QS.Ar Rum : 40)
(QS.Ar Rum : 40)
“Dan tidak ada satu dabbah
(binatang melata pun) di bumi ini kecuali Allah-lah yang menjamin rezekinya.”
(QS. Hud : 6)
(QS. Hud : 6)
Benar
bahwa Allah telah menjamin rezeki semua makluknya. Allah yang telah menciptakan
makluknya, Allah pula yang menyediakan jatah rezeki kepada mereka. Allah tidak
akan membiarkan makluknya mati kelaparan. Pertanyaannya, bagaimana cara Allah
memberikan rezekinya?
Tentu
Allah tidak akan memberikan rezeki itu dengan “tanpa apa” dan “cara bagaimana”.
Rezeki udah dijatahkan kepada masing – masing makluk bukan berarti kita hanya
diam saja dan berdoa, terus tiba – tiba turun makanan dari langit. Iya kalau
makanan itu berupa roti, atau cemilan yang beratnya ringan kalau yang jatuh itu
semangka ? kena kepala jadi orang berkepala semangka itu nanti. Hehehe
(bercanda). Tapi benar, jika banyak orang yang berpersepsi demikian maka banyak
orang pula yang etos kerjanya rendah. Memang dalam Al-Qur’an pernah mengisahkan
hal ini yaitu dalam kasus nabi Isa, dan Maryam. Kisah nabi Isa yang berdo’a
minta diturunkan hidangan dari langit dan Allah pun mengabulkannya, (QS Al
Maidah : 114-115). Dan ketika Maryam bertaqarrub kepada Allah di dalam
mihrabnya selalu ditemukan sebuah hidangan makanan, (QS Al Imran : 37). Namun
kejadian – kejadian ini hanya khusus kepada orang – orang mendapat mukjizat dan
karomah dari Allah sebagai bukti kebesaranNya. Nah kalau kita yang hanya
manusia biasa tidak menyandang gelar nabi melakukan cara seperti nabi Isa,
tunggu saja sampai perut memainkan orchestra, ndak bakalan makan.
Hehehe. Beda halnya dengan yang meminta – minta di luar rumah ya, di jalan, di
trotoar (pengemis maksudnya), mereka bukan diam. Bukan, mereka bergerak, ada
etos kerja hanya saja caranya kurang baik sih (pandangan saya).
Nah,
di surah Hud ayat 6, dabbah secara terminologi sesungguhnya mempunyai
arti “yang bergerak” (kata M.Quraish Shihab). Maka,bisa dikatakan bahwa
Allah akan menjamin rezeki makluknya yang mau bergerak, bukan hanya diam.
Ya memang, rezeki itu sudah disiapkan Allah dan kita sebagai makluknya punya
kewajiban untuk “mencari” bukan “menunggu”. Toh, dalam islam juga menegaskan
bahwa bekerja juga termasuk ibadah.
Ada
sebuah kisah,
Seorang
anak kos suatu hari terkena penyakit kanker (kantong kering). Dia berkomitmen
untuk mandiri dan tidak mau minta uang dari orang tuanya. Dia bingung harus
makan apa hari esok ? Akhirnya dia hanya merenung seharian di kamar kosnya
mencari jalan keluar. Seharian dia tidak makan karena dia hanya berdiam diri di
kamar. Akhirnya malam itu juga ia mencoba untuk menyalurkan bakatnya di bidang
desain. Dia mulai dengan memasarkan jasa desainnya lewat media social dan teman
– temannya. Ternyata dapat respon positif, dia pun mulai kebanjiran orderan
desain dan menghasilkan uang sendiri. Ya,itu adalah jatah rezekinya yang Allah
sediakan. Dan dia berhasil meraihnya karena etos kerja untuk menjemput rezeki
itu.
Rezeki
udah Allah sediakan, tinggal kita mau menjemputnya atau diam tidak mendapatkan
apa – apa.
Bekerja
juga ibadah lho!










0 komentar: