Santai aja ! Rezeki Udah Dijatah Allah

1:18:00 PM Brian zenict 0 Comments


“Allah yang menciptakan kamu kemudian Allah-lah yang memberi rezeki kepadamu.”
(QS.Ar Rum : 40)

“Dan tidak ada satu dabbah (binatang melata pun) di bumi ini kecuali Allah-lah yang menjamin rezekinya.”
(QS. Hud : 6)

Benar bahwa Allah telah menjamin rezeki semua makluknya. Allah yang telah menciptakan makluknya, Allah pula yang menyediakan jatah rezeki kepada mereka. Allah tidak akan membiarkan makluknya mati kelaparan. Pertanyaannya, bagaimana cara Allah memberikan rezekinya?

Tentu Allah tidak akan memberikan rezeki itu dengan “tanpa apa” dan “cara bagaimana”. Rezeki udah dijatahkan kepada masing – masing makluk bukan berarti kita hanya diam saja dan berdoa, terus tiba – tiba turun makanan dari langit. Iya kalau makanan itu berupa roti, atau cemilan yang beratnya ringan kalau yang jatuh itu semangka ? kena kepala jadi orang berkepala semangka itu nanti. Hehehe (bercanda). Tapi benar, jika banyak orang yang berpersepsi demikian maka banyak orang pula yang etos kerjanya rendah. Memang dalam Al-Qur’an pernah mengisahkan hal ini yaitu dalam kasus nabi Isa, dan Maryam. Kisah nabi Isa yang berdo’a minta diturunkan hidangan dari langit dan Allah pun mengabulkannya, (QS Al Maidah : 114-115). Dan ketika Maryam bertaqarrub kepada Allah di dalam mihrabnya selalu ditemukan sebuah hidangan makanan, (QS Al Imran : 37). Namun kejadian – kejadian ini hanya khusus kepada orang – orang mendapat mukjizat dan karomah dari Allah sebagai bukti kebesaranNya. Nah kalau kita yang hanya manusia biasa tidak menyandang gelar nabi melakukan cara seperti nabi Isa, tunggu saja sampai perut memainkan orchestra, ndak bakalan makan. Hehehe. Beda halnya dengan yang meminta – minta di luar rumah ya, di jalan, di trotoar (pengemis maksudnya), mereka bukan diam. Bukan, mereka bergerak, ada etos kerja hanya saja caranya kurang baik sih (pandangan saya).

Nah, di surah Hud ayat 6, dabbah secara terminologi sesungguhnya mempunyai arti “yang bergerak” (kata M.Quraish Shihab). Maka,bisa dikatakan bahwa Allah akan menjamin rezeki makluknya yang mau bergerak, bukan hanya diam. Ya memang, rezeki itu sudah disiapkan Allah dan kita sebagai makluknya punya kewajiban untuk “mencari” bukan “menunggu”. Toh, dalam islam juga menegaskan bahwa bekerja juga termasuk ibadah.

Ada sebuah kisah,

Seorang anak kos suatu hari terkena penyakit kanker (kantong kering). Dia berkomitmen untuk mandiri dan tidak mau minta uang dari orang tuanya. Dia bingung harus makan apa hari esok ? Akhirnya dia hanya merenung seharian di kamar kosnya mencari jalan keluar. Seharian dia tidak makan karena dia hanya berdiam diri di kamar. Akhirnya malam itu juga ia mencoba untuk menyalurkan bakatnya di bidang desain. Dia mulai dengan memasarkan jasa desainnya lewat media social dan teman – temannya. Ternyata dapat respon positif, dia pun mulai kebanjiran orderan desain dan menghasilkan uang sendiri. Ya,itu adalah jatah rezekinya yang Allah sediakan. Dan dia berhasil meraihnya karena etos kerja untuk menjemput rezeki itu.

Rezeki udah Allah sediakan, tinggal kita mau menjemputnya atau diam tidak mendapatkan apa – apa.
Bekerja juga ibadah lho! 

0 komentar: