Sepucuk Surat, Setangkai Rasa
Untuk Dewi,
di balik
dinding kaca bertabir sunyi
Maaf, aku
menuliskan ini untukmu
Jika kamu tak
berkenan, kamu bisa membuangnya,
tak usah kamu
lanjutkan membaca
Namun jika
kamu tak tega, tolong bacalah…
Meski sedikit
saja, tak lama
Ini tentang
rasa
Tentang pergulatan
pikiran di ujung pena
Tentang suara
yang beresonansi di hati
Tentang malu
yang menyelinap tiba-tiba
Tentang rindu
yang singgah tanpa permisi
Tentang kamu,
yang membuat gagu
lisanku
Disinilah
tempatku berdiam
Di deretan
kata-kata yang bisu
Diantara frasa
yang terbungkam
Hanyalah pena,
kertas dan secangkir diksi
Untuk menyapamu.
Adakah rasa
yang sama disitu?
Tepat di
hatimu.
Ku biarkan
tabir itu menutup jiwaku
Izinkanku
melihatmu di seberang rindu
Salam sahabat,
Riyan
cuplikan dari naskah cerita "Balasan"
Nantikan episodenya, pekan depan.
selesai ditulis
26 Maret 2016
source photo: https://tabirjodoh.wordpress.com/category/puisi-jodoh/










0 komentar: