Sepucuk Surat, Setangkai Rasa

2:32:00 PM Brian zenict 0 Comments



Untuk Dewi,
di balik dinding kaca bertabir sunyi

Maaf, aku menuliskan ini untukmu
Jika kamu tak berkenan, kamu bisa membuangnya,
tak usah kamu lanjutkan membaca
Namun jika kamu tak tega, tolong bacalah…
Meski sedikit saja, tak lama

Ini tentang rasa
Tentang pergulatan pikiran di ujung pena
Tentang suara yang beresonansi di hati
Tentang malu yang menyelinap tiba-tiba
Tentang rindu yang singgah tanpa permisi
Tentang kamu,
yang membuat gagu lisanku

Disinilah tempatku berdiam
Di deretan kata-kata yang bisu
Diantara frasa yang terbungkam
Hanyalah pena, kertas dan secangkir diksi
Untuk menyapamu.

Adakah rasa yang sama disitu?
Tepat di hatimu.

Ku biarkan tabir itu menutup jiwaku
Izinkanku melihatmu di seberang rindu

Salam sahabat,

Riyan

cuplikan dari naskah cerita "Balasan"
Nantikan episodenya, pekan depan.

selesai ditulis 
26 Maret 2016

source photo: https://tabirjodoh.wordpress.com/category/puisi-jodoh/

0 komentar: