Alone

5:17:00 PM Brian zenict 0 Comments




Bukan sakit tubuhku. Bahkan luka pun tak ada, atau menggores disana. Kalau engkau melihat fisik ku, maka akan kau dapati, aku baik-baik saja. Namun tidakkah kamu mau menengok jiwaku yang sembab oleh tangisannya?

Aku sedang sakit, hatiku, jiwaku, perih oleh kesendirian yang mengiris bak sembilu. Luka menganga di jiwa, dan air nestapa tumpah menambah perih luka. Tahukah kamu kesendirian ini menikamku begitu lama. Hingga ku tergolek futur tak berdaya.

Aku melangkah seorang diri dalam kesunyian yang entah itu sebuah keputusan, kepasrahan atau kebodohan. Aku bisa melangkah cepat, berlari, tapi lelah tidak pernah bosan membuntuti, dan tenagaku terkuras habis tak bersisa. Aku jatuh ke lembah yang bernama putus asa.

Aku sedang sakit. Tak tahu berbuat apa. Sedangkan kalian hanya diam, dan aku yang bodoh ini tak lagi punya kekuatan. Aku terbaring bersama luka kesendirian. Tak ada kawan, jauh dari tujuan.

Dan aku tak ingin menambah luka ini dengan luka baru: penyesalan.
Cukup Allah yang tahu.


di tengah sore
14 April 2016

Sourcephoto: http://kerstyne.com/2015/08/24/ratacire/

0 komentar: