Alone
Bukan sakit
tubuhku. Bahkan luka pun tak ada, atau menggores disana. Kalau engkau melihat
fisik ku, maka akan kau dapati, aku baik-baik saja. Namun tidakkah kamu mau
menengok jiwaku yang sembab oleh tangisannya?
Aku sedang
sakit, hatiku, jiwaku, perih oleh kesendirian yang mengiris bak sembilu. Luka menganga
di jiwa, dan air nestapa tumpah menambah perih luka. Tahukah kamu kesendirian
ini menikamku begitu lama. Hingga ku tergolek futur tak berdaya.
Aku melangkah
seorang diri dalam kesunyian yang entah itu sebuah keputusan, kepasrahan atau
kebodohan. Aku bisa melangkah cepat, berlari, tapi lelah tidak pernah bosan
membuntuti, dan tenagaku terkuras habis tak bersisa. Aku jatuh ke lembah yang bernama
putus asa.
Aku sedang
sakit. Tak tahu berbuat apa. Sedangkan kalian hanya diam, dan aku yang bodoh
ini tak lagi punya kekuatan. Aku terbaring bersama luka kesendirian. Tak ada
kawan, jauh dari tujuan.
Dan aku tak
ingin menambah luka ini dengan luka baru: penyesalan.
Cukup Allah
yang tahu.
di tengah sore
14 April 2016
Sourcephoto: http://kerstyne.com/2015/08/24/ratacire/










0 komentar: