Ramadhan #17
Edisi : Masjid Ummul Mu'minin
Hari ke tujuh belas ramadhan
Seuntai taujih tarawih
oleh Ustad Syamsudin
Dan ingatlah, ketika Ibrahim berdoa,”Ya Tuhan, jadikanlah
negeri ini (mekkah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku
agar tidak menyembah berhala. [QS.Ibrahim : 35]
Pelajaran dari kalamullah di atas bahwa nabi Ibrahim sangat
peduli dan menginginkan generasi selanjutnya agar lebih baik. Begitu pula kita
saat ini, harusnya kita juga sangat peduli dengan masa depan generasi umat
selanjutnya. Dengan mendidik anak-anak kita agar menjadi generasi yang lebih
baik. Lingkunganlah yang berpengaruh besar dalam mempengaruhi perkembangan buah
hati. Semua bayi terlahir dalam keadaan suci, bagai kertas putih yang
bersih. Orang tua, keluarga, sekolah, lingkungan pergaulan yang nantinya akan
memberi warna dalam kertas tersebut. Tugasnya orang tua untuk bisa mendidik dan
mengarahkan agar anak tetap berada dalam lingkungan yang baik. Karena tantangan
ke depan jauh lebih berat daripada tantangan yang kita hadapi saat ini, apalagi
tantangan yang telah berlalu.
Ambil contoh aja di dunia pekerjaan, dulu lulusan
SMK langsung bisa masuk kerja di pertamina yang merupakan perusahan cukup
besar. Saat ini saja lulusan sarjana belum tentu bisa mendapat pekerjaan yang
sesuai dengan tingkat statusnya, kecuali benar – benar melalui seleksi yang
ketat dan yang lolos adalah SDM yang benar – benar berkualitas. Hal itu
dikarenakan kuantitas lapangan pekerjaan jauh lebih sedikit dibanding jumlah
pencari pekerjaan yang makin meningkat. Nah apalagi di tahun - tahun berikutnya, maka jauh lebih berat lagi. Kita
harus lebih peduli untuk membentuk generasi selanjutnya agar jauh lebih baik
lagi dari segi akhlak dan intelektualnya. Hubungan sosial juga harus kita didik
agar mereka generasi muda peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Pada Qur'an surat Ibrahim : 35 di atas, kenapa nabi Ibrahim berdoa
agar anak cucunya tidak menyembah berhala ? padahal keturunan seorang nabi,
yang sudah terbukti begitu kuat keimanannya.
Itu karena lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap
pertumbuhan dan perkembangan seseorang. Menurut tafsir ulama berhala dalam hal
ini yang dimaksud adalah segala hal yang membuat orang lalai dari dzikir kepada
Allah. Istri, harta, anak-anak, tahta, bahkan main game juga. Semua, hal - hal yang membuat kita lalai tidak berdzikir kepada Allah. Misal main game, karena
keasyikan lama tidak henti – henti sehinggga lalai tidak berdzikir kepada
Allah. Lupa dengan Allah. Dia telah menjadikan game sebagai berhalanya sendiri. Jadi berhala tidak
bisa lagi kita sebut secara konvensional berupa patung yang dipahat dan
disembah sendiri. Sekarang di era modern berhala menjelma dalam berbagai bentuk
yang juga modern rupanya.
Nah, di bulan ramadhan ini yang penuh dengan ampunan dan
keberkahan mari kita semua saling memperbaiki diri. Seperti yang Allah
firmankan yang artinya, “ wahai orang-orang yang beriman ! diwajibkan atas kamu
berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
[QS Al Baqarah : 183 ]
Puasa tidak cukup menahan keabsahan puasa saja, menahan
lapar, berhubungan dengan istri, sampai terbenam matahari, tidak hanya itu. Puasa
adalah juga menahan diri dari hawa nafsu, menahan agar tidak marah, menahan
untuk tidak berkata kotor, menahan agar tidak mencela, menahan agar tidak
berdusta, dan sebagainya. Cobalah mari kita rasakan kenikmatannya, kenikmatan
tidak hanya makan kenyang setelah seharian menahan lapar dan bisa bercanda
sepuasnya dengan istri di malam hari, tidak sekedar itu. Coba mari kita rasakan
kenikmatan yang sifatnya abstrak, misal menahan marah padahal bisa saja kita
marah-marah saat itu, nikmat rasanya. Atau dengan menahan diri dari balas
dendam kepada orang yang telah mencelakakan kita sebelumnya, meski saat itu
bisa saja dengan mudah melampiaskan dendam itu. Nikmat bukan ? atau misal menahan
diri dari dusta meski saat itu sudah tidak ada jalan lain yang bisa menyelamatkan
kita selain berdusta, oh betapa nikmatnya.
Nah jika kita bisa merasakan betapa nikmat yang selama ini
terlihat abstrak maka ramadhan ini kita bisa mencapai derajat taqwa. Semoga ramadhan
ini bisa mendidik kita dan juga para generasi umat islam selanjutnya bisa
jauh lebih baik lagi.
Ditulis usai sholat tarawih di dalam kos, berteman dengan
sunyi.
Ramadhan #17
Keep Istiqomah.









0 komentar: