Akhirnya Push Up Juga

4:43:00 PM Brian zenict 0 Comments



Alhamdulillah masih bisa menikmati segarnya pagi hari, saatnya ikhtiar menjemput rezekiNya.

“Gimana mas, siap ? Tahu jalan ke tempat brifing ?” tanyaku kepada mas yusman. Partner survey yang akan aku jalani pagi ini. Sebelum survey ada brifing pendahuluan dari Kominfo (pihak yang mengadakan survey).

“Gampanglah, sambil jalan kita cari lewat GPS. Hp ku canggih kog.”jawabnya.

“OK. Siap.” Balasku sambil tancap gas motor.

“masih lama mas?” tanyaku setelah 30 menit melaju mencari tempat yang dituju.

“200 meter lagi belok kiri. Nah itu tuh ada belokan belok kiri.” Jawab mas yusman sambil menunjuk belokan jalan di depan.

“ini kan kearah juanda mas.”

“iya betul kog. Setelah itu 200 meter lagi belok kanan.”

Langsung setelah terlihat ada penyeberangan jalan ke kanan aku ambil arah ke kanan.

“puter balik atau belok kanan lurus itu mas?” tanyaku berhenti sejenak di penyeberangan jalan.

“belok kanan itu lurus aja.”jawabnya meyakinkan.
“kog gapuranya bertuliskan MARINIR mas? Serius?” tanyaku masih mencoba meyakinkan diri.

“iya lurus aja.”

Sejurus kemudian ku tancap gas motorku lurus memasuki lokasi bertuliskan gapura MARINIR. Ku lihat ada penjaga berdiri di sebuah kiri jalan. Sepertinya penjaga itu tadi mengatakan sesuatu tapi kurang terdengar oleh ku, Ah abaikan aja pikirku. Baru beberapa meter terpaksa kami harus berhenti.

“Stop ! stop ! “,terdengar keras suara di kiri jalan seperti tempat posko. Ada 3 orang berpakaian marinir menyuruh kami turun. Mas yusman turun nyamperin tuh orang, aku tetap duduk di motor.

“Kamu tidak lihat tulisan papan di depan?” ucap salah satu orang yang berkumis paling tebal diantara yang lain dengan nada tinggi. Dia komandannya kayaknya pikirku.

Entah apa yang dikatakan mas yusman. Dia disuruh lihat papan didekat penjaga yang berdiri di depan awal kami masuk. Aku pun turun tangan, aku samperi tuh orang berkumis tebal.

“maaf pak, kominfo sebelah mana ya?”tanyaku.

“lihat ! Lihat lagi papan di depan sana ! Biarkan motornya disini. “

“emang apa pak tulisannya?”tanyaku.

“makanya lihat ke depan sana ! Biarkan motornya disini.” Ucapnya dengan nada tinggi.

“baik pak.” Ucapku mencoba tersenyum meski jujur dalam hati menyelinap rasa takut. Bukan takut orangnya. Tapi takut salah.

Aku berjalan menghampiri mas yusman,” apa tulisannya mas?”
“Harap turun.” Jawabnya.

Oh pantesan, ternyata aku memang salah. tuturku dalam hati.
Kami menghampiri komandan, “ maaf pak. Kami salah, sekali lagi mohon maaf.”

“kalian mau kemana?”Tanya seorang marinir yang agak muda.

“kami sedang mencari lokasi kominfo pak.”jawabku singkat.

“disini adalah MARINIR. KOMINFO itu apa?” jawabnya.

Eh? KOMINFO TIDAK TAHU? Tanyaku dalam hati.

“Maaf pak. Kami hanya mengikuti petunjuk pada GPS HP. Tidak tahu kalau jadinya slah alamat.” Sanggahku.

“Ok, alasan kalian aku terima. Sekarang push up 25 kali !”lanjutnya.

“Heh?”spontan terucap olehku.

“Heh ..heh. Apa kamu mau aku suruh nyemplung got (masuk selokan)?” sentaknya.

“siap pak.”jawabku kemudian tanpa kompromi lagi.

“sambil berhitung !” tambah si marinir konyol itu.

“satu..dua..tiga… lima belas”
“cukup ! kemari !” ucap si marinir.

“ini sebagai pelajaran untuk kalian. Ini bukan perumahan bisa bebas masuk seenaknya. Ini masih di marinir. Coba kalian masuk kayak gini di angkatan darat. Jauh lebih berat lagi. Sekarang minta maaf sama komandan saya” lanjut marinir muda.

“maaf pak” ucapku sambil berjabat tangan kepada semua marinir yang ada di posko tersebut. Begitu juga dengan mas yusman yang sedari tadi terdiam mencoba mencari makna maksud kejadian ini semua.

“mari pak , assalamualaykum.” Ucapku sambil menuntun motor keluar gerbang.

“Akhirnya olahraga juga mas.” Ucapku lirih kepada mas yusman.

“ternyata pengaderan di kampus taka da apa-apanya dibanding ini.”jawab mas yusman.

“oh ya mas, emang tadi sampean bilang apa ke marinir?”

“tadi aku bilang,’saya kira ini perumahan pak’.” Kata mas yusman.
Hahaha konyol mas yusman ini.

Pelajaran pagi, kejadian ini artinya Allah menegur ku yang akhir-akhir ini jarang olahraga.

“mas, aneh banget. Padahal biasanya saya push up paling kuat cuman 10 kali, ini sampai 15 kali.” Ucapku sambil mengendarai motor.

“sama. Kepepet jadi semangat. Mekso. “


Hahahahaha akhirnya push up juga.
Alhamdulillah...

0 komentar: